Image Hosting
Image Hosting

Rumah Susilawati Terancam Amblas

Senin, 22 Februari 2010

LUBUKLINGGAU- Susilawati (40), warga RT 04 Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II gusar. Pasalnya, rumah yang sudah dihuni bersama suami dan dua anaknya hampir selama 32 tahun hampir amblas ke jurang, akibat aliran air dari pasar Moneng Sepati masuk ke halaman rumahnya.

Menurut Susilawati, sejauh ini belum ada perhatian dari Pemkot Lubuklinggau mengatasi masalah dialaminya. “Saya minta dengan sangat kepada Pemkot Lubuklinggau agar cepat tanggap dalam menangani permasalahan ini. Juga berharap kepada Pemkot Lubuklinggau untuk bisa membuat siring di wilayah pasar Moneng Sepati, sebab jika hujan seluruh air yang berada di dataran tinggi hanyut ke pemukiman penduduk,” papar Susilawati kepada Linggau Pos, Sabtu (20/2).

Dilanjutkan Susilawati, dulu pernah membuat bak dan dialiri dengan pipa, agar air dari pasar Moneng Sepati bisa tertahan. Namum usaha itu sia-sia saja. “Sebab tekanan air lebih kuat dan bak yang kami buat tidak memungkinkan untuk menahan tekanan air,” tambahnya.

Masih kata Susilawati, ia sudah melakukan berbagai macam cara untuk menahan tanah agar tidak amblas, baik penimbunan, penanaman pohon, serta bikin pondasi agar tanah tidak longsor. “Bahkan saya sudah menghabiskan uang Rp 3 juta membeli tanah kuning untuk menimbun tanah tersebut,’’ papar ibu dari dua anak ini merasa sedih dengan kondisi rumahnya hampir amblas.
“Kami tinggal di mana jika rumah kami amblas,” ungkapnya seraya menambahkan suaminya hanya sopir harian.

Sementara itu Lurah Taba Pingin, Sri Efi mengatakan, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin mengatasi permasalahan tersebut. “Pada 2003 pernah diajukan untuk membuat siring agar air yang melintas dari pasar Moneng Sepati tidak melewati pemukiman penduduk. Akan tetapi mereka tidak mau memberi tanah sedikitpun untuk pembuatan siring, makanya hingga saat ini belum ada pembuatan siring,” papar Sri Efi. (16)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget