*Sosok Anggota KPU Mura, Novriansyah
Tekanan dari berbagai pihak yang memiliki kepentingan tidak membuat anggota KPU Kabupaten Musi Rawas (Mura), Novriansyah merasa takut. Karena ia menilai itu sudah jadi makanan sehari-hari dari komisioner KPU. Sebab menjalankan amanah undang-undang jauh lebih penting sebagai tanggung jawab sekaligus beban tugas harus disikapi dengan positif.
Mardiah, Lubuklinggau
MENJELANG pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) Bupati dan Wakil Bupati Mura suhu politik di “Bumi Lan Serasan Sekentenan” berangsur-angsur naik. Masing-masing balon kandidat disibukkan dengan pasang strategi jitu hingga mengambil formulir di tiap parpol yang lakukan penjaringam.
Kesibukan yang sama juga saat ini sedang dijalankan komisioner KPU Kabupaten Mura. Betapa tidak ditengah-tengah kesibukan untuk pindah sekretariat, komisioner KPU juga disibukkan menjalankan tahapan Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Mura.
Mulai dari sosialisasi, pemutakhiran data pemilih hingga menyusun perangkap tambahan mulai dari membentuk anggota PPK, PPS hingga KPPS. Belum lagi ditambah ketidakpastian masalah Panwaslu.
“Banyak pengalaman menarik saya dapat selama menjadi anggota KPU Kabupaten Mura, salah satunya saat merekap hasil perolehan suara calon anggota legislatif (Caleg), saya berada dibawah ancaman dan tekanan dari orang-orang yang punya kepentingan. Namun karena saya menyikapi secara positif dan tidak ikut bermain, maka semua bisa berjalan sesuai yang kami harapkan,” papar Novri mengenang kejadian tersebut.
Pria kelahiran Palembang 10 November 1976 ini menambahkan, awal kariernya dimulai dengan membuka usaha dibidang pengadaan barang dan jasa. Meskipun tidak nyambung dengan basic ilmu sebagai sarjana teknik sipil dari Universitas Muhammadiyah Malang, usaha ini membuahkan hasil.
Namun saat terpilih menjadi anggota KPU Kabupaten Mura, usaha tersebut tidak lagi digeluti pria satu ini. Apalagi dukungan dari istri Widya Utami Septiarni dan keluarga penuh, dan hal ini membuat Novri kian bersemangat menjalankan tugas di lembaga penyelenggara pemilu.
“Selain banyak teman untuk berbagi ada banyak pengalaman bisa dipetik saat menjadi anggota KPU, terutama matang dalam berpikir,” imbuh pria yang gemar membaca dan setiap paginya wajib baca koran sebelum ke kamar kecil ini.
Ia juga mengaku kalau keluarga besar yang ada di Desa Terusan Kecamatan Karang Jaya merasa bangga ada putra daerah berkiprah ditingkat kabupaten.
“Selama ini kesan masyarakat kalau di KPU ada dua kepala yakni ketua KPU selaku kepala pemerintahan dan sekretaris selaku kepala administrasi, dan tidak jarang hal ini membuat jarak antara komisioner KPU dengan pegawai sekretariat. Untuk itu kedepan saya berharap hubungan antara komisioner dan sekretariat tetap harmonis,” tegas bapak tiga anak ini mengaku, kalau pengalaman di organisasi saat sekolah mulai dari pramuka dan HMI memberi masukan dan bekal tersendiri bagi dirinya saat menjalankan tugas di KPU Mura. Sebab di organisasi ini pria berperawakan tinggi besar ini mengaku belajar disiplin, berbicara dipersidangan hingga menghadapi orang banyak.
“Berkecimpung di organisasi bekal berharga bagi saya. Apalagi ancaman dari caleg yang kalah maupun parpol kami anggap makanan sehari-hari. Selama ini bisa berjalan dengan mudah karena menang kalah dalam berpolitik itu hal biasa,” pesan bijak Novri.(*)





0 komentar