Image Hosting
Image Hosting

*Sosok Camat Sumber Harta, H Burlian

Jabatan camat Kecamatan Sumber Harta Kabupaten Musi Rawas (Mura) diamanahkan kepada H Burlian (49), yang dilantik dan diambil sumpahnya oleh Bupati H Ridwan Mukti di Auditorium Pemkab Mura, Rabu (20/1) lalu, bersama pejabat eselon II dan III. Apa saja gebrakan dan rencana kepemimpinan yang akan dilakukan mantan kandidat Wakil Bupati Mura pada Pemilihan Umum (Pemilu) Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Mura 2005 setelah menjabat Camat Sumber Harta? Berikut penuturannya.

Rehanudin Akil, Musi Rawas

NAMA H Burlian pada lima tahun lalu terdengar santer dan ramai diperbincangkan warga Kabupaten Mura, bahkan juga masyarakat Kota Lubuklinggau. Pasalnya, pria kelahiran Babat Muara Enim, 27 September 1959, salah seorang Calon Wakil Bupati Mura periode 2005-2010 berpasangan dengan Sudirman Masuli sebagai calon bupati. Keduanya dikenal dengan sebutan pasangan SUBUR (Sudirman-Burlian,red).

Setelah melalui berbagai tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan puncaknya pesta demokrasi, ternyata SUBUR tidak terpilih perolehan suaranya berada pada posisi ketiga dari empat pasang kandidat. Kendati kalah dalam Pilkada baik Sudirman Masuli mau pun Burlian tetap mendedikasikan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Mura.

Kini, Burlian resmi menjabat camat Kecamatan Sumber Harta. Terkait jabatan baru ini kepada Linggau Pos, Sabtu (23/1) lalu, dari kediamannya di Kelurahan Megang Sakti, ia akui sebagai sebuah amanah sekaligus tantangan. “Syukur Alhamdulillah dan juga apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati H Ridwan Mukti dan Wakil Bupati Hj Ratnawati Ibnu Amin, atas mandat serta kepercayaan yang diberikan kepada saya. Tidak ada pilihan lain kecuali bekerja sebaik mungkin sesuai dengan visi misi bupati. Selebihnya jabatan yang saya emban tidak saja sebagai amanah melainkan tantangan untuk berkarya lebih baik lagi,” tutur suami Hj Suwarti, anggota DPRD Kabupaten Mura, dari Fraksi Golkar.

Sebagai bukti konkrit apresiasi atas perintah bupati, Burlian mengaku sudah menyusun program kerja prioritas untuk 99 hari pertama sebagai camat Sumber Harta. Terdengar agak aneh, sebab biasanya pejabat yang baru dilantik dapat diukur atau evaluasi kinerjanya pada 100 hari kerja pertama.

“Saya terinspirasi untuk kerja lebih cepat dari yang diminta atasan (bupati,red), sungguh pun hanya selisih satu hari. Perhitungan 99 dalam Islam cerminan nama-nama mulia Allah SWT, yang di dalamnya mempunyai makna keagungan dan karya maha besar,” papar ayah dari Keren, Neneng, Rika dan Riki seraya tersenyum.

Tiga hal utama yang menjadi prioritasnya bagi warga Kecamatan Sumber Harta, antara lain bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Sebelumnya, diakui Burlian bahwa kecamatan yang terdiri dari satu kelurahan dan delapan desa dibawah kepemimpinannya sekarang, tergolong wilayah berpotensi dan strategis. “Sawah punya, perkebunan karet dan sawit ada, dilalui jalur irigasi teknis terutama bendungan raksasa Dam Selangit, jalan utama kota kecamatan sebagai daerah perlintasan ke pusat agropolitan center di Muara Beliti. Hanya saja yang masih sangat dibutuhkan kemampuan pengelolaannya,” tandas peraih penghargaan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) terbaik nasional (1991).

Mantan Ketua KNPI Kabupaten Mura periode 2002-2005 yang mengawali karir PNS sebagai PPL, juga membeberkan berbagai hal yang akan dilakukannya dalam bidang kesehatan, yaitu meningkatkan peranan program desa siaga. Diantara tujuannya untuk menurunkan angka kematian ibu hamil, ibu bersalin dan bayi. Besar dan kecil angka kematian ketiga hal tersebut sekaligus sebagai tolok ukur untuk mendeteksi tingkat kesejahteraan sebuah desa. “Konkritnya saya akan meningkatkan posyandu, melakukan imunisasi, penyuluhan gizi, mengaktifkan program PKK yang seringkali hanya ada papan nama saja, apotek hidup dan menggalakkan program KB,” imbuh Burlian.

Sedangkan dalam bidang pendidikan, lanjutnya, bersama para kades, lurah, dan jajaran instansi terkait akan melakukan pendataan jangan sampai ada anak putus sekolah. Sementara dalam kegiatan ekonomi, karena basis perekonomian warga Sumber Harta mayoritas dalam bidang pertanian dan perkebunan, maka arah kebijakan dan kegiatan perekonomian pun dititikberatkan pada dua bidang tersebut. Diantaranya melakukan penyuluhan pertanian dalam makna luas, mengupayakan kelancaran distribusi pupuk, pemberantasan hama, intensifikasi lahan pertanian dan perkebunan, membudayakan petani agar pupuk minded, budaya menanam bibit unggul agar lebih produktif, mendorong serta membina kelompok tani.

Bagaimana dalam hal penyelenggaraan pemerintahan? Menurut mantan kepala bidang penempatan tenaga kerja (Kabid Penta) Disnakertrans Kabupaten Mura, dalam 99 hari pertama masa jabatannya sebagai camat akan segera mensosialisasikan pertemuan rutin bulanan pada seluruh kades dalam wilayahnya. Pada pertemuan tersebut direncanakan juga melibatkan berbagai unsur, seperti tokoh agama dan masyarakat, tokoh pemuda, kepolisian, penyuluh pertanian dan sebagainya. “Dalam forum bulanan tersebut diharapkan menjadi ajang perumusan dan pemecahan berbagai masalah serius dari desa masing-masing,” tambahnya.

Bahkan diakhir perbincangan Burlian pun mengungkapkan tekadnya akan mengupayakan sistem otonomi desa. Menurut Burlian, wilayah Kecamatan Sumber Harta berpotensi dan sangat memungkinkan bisa menerapkan otonomisasi desa. Lantas kakek empat cucu ini pun memberikan ilustrasi pemikirannya, katakanlah jumlah keseluruhan kepala keluarga (KK) dalam Kecamatan Sumber Harta ada 5.000 orang. Jika setiap KK diberikan pemerintah daerah 4 batang bibit sawit unggul dan wajib ditanam, maka akan ada 2000 batang setara 154 hektar tanaman sawit di lahan pekarangan warga. Kelak masa panen tiga batang sawit hasilnya menjadi hak mutlak masyarakat, sementara satu batangnya diserahkan untuk kas desa.

“Asumsikanlah 1 batang sawit minimal menghasilkan 10 kg tandan buah segar, bila satu desa ada 500 KK, maka desa tersebut memiliki 5.000 kg buah sawit siap jual. Jika harga buah sawit Rp1000/kg, maka akan ada Rp 5 juta masuk ke dalam kas desa pada setiap bulan. Cara atau terobosan seperti ini bila bisa terwujud saya yakin otonomisasi dan desa mandiri dapat terwujud,” pungkasnya. (*)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget