*Pedagang Kecewa
LUBUKLINGGAU
-Puluhan petak kios yang dibangun masyarakat secara swadaya di dalam terminal Tipe B Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, kini tak berfungsi. Penyebabnya, selain terminal belum beroperasi secara maksimal, juga karena Pemkot Lubuklinggau membangun tembok dibagian belakang terminal sehingga kios tertutup.
Salah seorang warga pemilik kios mengaku kecewa atas dibangunnya tembok tersebut. “Siapa yang mau belanja di warung saya kalau tertutup tembok,” ucapnya sembari meminta agar identitasnya tidak ditulis.
Untuk membangun kios setidaknya dia menghabiskan dana Rp 5 juta. Apalagi uang itu didapatinya dari meminjam kepada teman. Dengan harapan setelah kios selesai dibangun, bisa berdagang. Namun apa yang diinginkan tidak menjadi kenyataan. “Selain terminal sepi, ditambah lagi kios tertutup tembok,” katanya.
Menurut sumber tadi, Pemkot Lubuklinggau yang mengizinkan membangun kios. “Katanya ingin meramaikan terminal. Lagipula Pemkot Lubuklinggau belum membangun kios untuk pedagang di terminal, sehingga warga diizinkan membangun kios secara swadaya. Namun dengan syarat harus membuat surat perjanjian yang isinya bersedia pindah jika lahan diperlukan pemerintah serta tidak ada tuntutan ganti rugi. Tetapi kenapa sekarang malah dibangun tembok,” ungkapnya dengan nada bertanya.
Terpisah, Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi, saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tidak pernah mengizinkan warga membangun kios di dalam terminal. “Siapa yang mengizinkan, saya tidak pernah memberi izin,” kata walikota balik bertanya.
Menurut walikota, pembangunan kios di dalam terminal membuat suasana terminal menjadi kumuh. “Kalau masyarakat diizinkan membuat kios secara sendiri-sendiri nanti menjadi kumuh. Lagipula sewaktu-waktu lokasi diperlukan pemerintah, sulit untuk memindahkan pedagang. Tidak diberikan izin pun sulit menertibkannya apalagi kalau diizinkan,” ucap walikota.
Pantauan wartawan koran ini di terminal Tipe B Petanang, Jumat (11/12), sejumlah petak kios di ujung atau di belakang terminal tampak tertutup tembok yang baru saja selesai dibangun. Sedangkan sisi kiri dan kanan terminal tidak dipagar. Pagar tembok permanen hanya dibangun dibagian belakang terminal saja. Dengan demikian beberapa petak kios di sisi kanan terminal tidak tertutup. Dari puluhan petak kios yang ada di dalam terminal itu hanya satu kios yang sudah beroperasi.
Kemudian suasana terminal juga tampak lengang. Tidak ada angkutan umum yang ngetem di dalam terminal. Meski demikian mobil angkutan barang masih setia masuk kedalam terminal untuk membayar retribusi. (02)


    ShoutMix chat widget