Dari Acara Pelepasan Anak PAUD Al-Munawar

Pelepasan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al-Munawar Kelurahan Taba Lestari, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kamis (17/6) berlangsung meriah. Acara pelepasan itu dimeriahkan dengan tarian Kutilang dan permainan drumband oleh anak PAUD Al-Munawar.

Leo Mura, Lubuklinggau
TARI merupakan ciri khas dari setiap daerah atau wilayah tertentu. Akan tetapi lain halnya dengan tarian Kutilang diperagakan anak PAUD Al-Munawar. Tarian ini mampu menghibur pengunjung yang hadir pada acara pelepasan PAUD Al-Munawar, Kamis (17/6). Tarian yang dibawakan 6 anak ini menceritakan tentang burung Kutilang yang sedang terbang. Pola anak PAUD saat membawakan tarian itu membuat penonton terutama ibu-ibu tersenyum.
Dan yang mengejutkan, anak PAUD Al-Munawar juga menunjukkan kemampuan bermain drumband. Meski masih kecil mereka bisa memainkan alat musik dengan baik. Suasana acara pelepasan yang berlangsung di halaman PAUD tersebut semakin meriah.
“Tarian itu merupakan salah satu seni kreativitas anak PAUD Al-Munawar. Tak hanya itu pada acara pelepasan ini juga kami menampilkan permainan drumband diperagakan langsung anak-anak PAUD,” kata pengelola PAUD Al-Munawar, Sri Rahayu kepada wartawan koran ini di ruang kerjanya, Kamis (17/6).
Untuk itu, PAUD Al-Munawar ini memiliki dua program, yaitu pos PAUD dan kelompok bermain. Pos PAUD tersebut diperuntukan dan di introgasikan untuk posyandu bagi yang berumur 2 tahun hingga 4 tahun, kemudian bagi anak yang berusia 5 hingga 6 tahun di tempatkan pada kelompok bermain. “Pada pelepasan ini sedikitnya 22 anak yang dilepaskan untuk dapat melanjutkan pendidikan kesekolah dasar. Kesemua anak tersebut merupakan anak dari kelompok bermain,” jelas Sri Rahayu.
Ia menambahkan, bagi anak yang selesai mengikuti program pos PAUD, dapat melanjutkan pada program berikutnya, yakni kelompok bermain. Oleh karena itu, pihaknya merasa bersyukur dengan suksesnya acara pelepasan tersebut, sebab selama kurang lebih satu tahun telah membina, membimbing anak usia dini yang di amanahkan orang tua anak kepada PAUD Al-Munawar untuk diasah kemampuan dasar dan menggali potensi anak yang ada. Serta meletakkan pengembangan sikap pengetahuan keterampilan anak dan daya cipta yang memasuki pendidikan dasar untuk perkembangan anak selanjutnya.
“Maka pada Senin (31/6) hingga Sabtu (5/6) kami mengevaluasi setiap anak untuk mengetahui bagaimana hasil belajar anak dengan apa yang diajarkan selama ini. Terutama dari segi aspek kemampuan hidup, sosial emosional, kognitif, bahasa hurup membaca, serta aspek kesehatan,” jelasnya.
Ia mencontohkan, untuk aspek kemampuan hidup itu seperti berbaju, mekai kaos kaki, makan dan minum sendiri. Kemudian aspek sosial emosional seperti bersama teman bermain, antri dan sebagainya.
Untuk Aspek kognitif pengenalan dalam hurup dan angka dan Aspek bahasa huruf baca, yakni membina mental dan nilai agama, membaca iqro, belajar sholat dan hapalan ayat pendek.
“Membina di masa kecil ini merupakan pahala yang paling besar. Sebab untuk mengajar pada usia emas itu mudah diingat dan diterapkan anak. Kami berharap nantinya anak juga dapat menginplementasikaannya di kemudian hari,” paparnya.

Sementara itu, kemampuann dari hasil kreativitas anak didik selama ini merupakan suatu penghargaan bagi para guru dan Istruktur PAUD Al-Munawar. “Prestasi dari anak merupakan kebanggaan bagi kami yang akan terus membaca semagat kami untuk terus mencari solusi terbaik dalam mewujudkan keinginan orang tua tetapi tetap memberikan yang terbaik bagi anak di usia emas ini,” pungkasnya.(*)


    ShoutMix chat widget