Rumah Mantan Sekda Lubuklinggau Dirampok

Selasa, 08 Desember 2009



*Satu Pelakunya Perempuan
LUBUKLINGGAU
-Rumah mantan Sekda Kota Lubuklinggau, H Mulyanto di Jalan Depati Said No 10 RT 8 Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, disatroni kawanan perampok. Peristiwa itu terjadi, Senin (7/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Beruntung aksi tersebut diketahui oleh warga sehingga satu dari tiga pelaku berhasil diamankan.
Menariknya pelaku yang tertangkap tersebut seorang perempuan bernama Krisna Devi (28) warga Pasar Muara Beliti, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Mura. Sementara dua pelaku lain masih melarikan diri. Bahkan salah satunya sudah diketahui identitasnya yakni Rj (18) warga Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Akibat peristiwa ini pembantu korban bernama Neni Yuharni alias Nanik (20), warga Desa Lubuk Ngin RT 08, Kecamatan Selangit, Kabupaten Musi Rawas, harus menjalani perawatan tim medis RS dr Sobirin akibat mengalami tiga luka tusuk di bagian leher dan dua luka sayat di telapak tangan.
Menurut keterangan tersangka aksi perampokan tersebut sudah direncanakan sejak Minggu (6/12) sekitar pukul 22.00 WIB di Jalan A Yani dekat bengkel Solihin. Setelah ada kata sepakat lalu pagi harinya (Senin, 7/12) sekitar pukul 08.00 WIB, berangkat dari pasar Inpres Lubuklinggau menuju rumah korban dengan menumpang ojek.
Sementara menurut warga sekitar, setiba di rumah mantan Kadisperindag Kabupaten Musi Rawas yang berdekatan dengan rumah dinas Kajari Lubuklinggau, Taufik Satia Diputra, dua tersangka turun dari motor. Selanjutnya mereka berjalan ke rumah korban, sedangkan tukang ojek yang mengantarnya menunggu di luar rumah.
“Ketika itu, kondisi rumah di Jalan Depati Said No. 10 RT 07 Kelurahan Siderejo II dekat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuklinggau sedang sepi dan menyisakan pembantunya Neni Y (28) dan cucu korban, Aisyah (16 bulan),” kata warga yang tidak mau disebutkan namannya.
Setelah tersangka bertemu dengan Neni, keduanya berpura-pura sebagai keluarga jauh Mulyanto dan menanyakan apakah ada orang lain di rumah. Lalu Neni mengatakan, di rumah tidak ada orang dan meminta kedua tersangka pulang dan datang lagi pada siang hari.
Tanpa banyak bicara keduanya langsung masuk dan mengambil satu unit laptop merk Accer yang terletak di kursi. Melihat kejadian itu, Neni berteriak minta tolong. Takut diketahui warga, Rj memukul korban di bagian belakang serta menusuk korban di bagian leher depan. Selanjutnya korban yang terkapar bersimbah darah berpura-pura meninggal dunia. Setelah itu, Rj memerintahkan Neni untuk mencari barang-barang berharga lainnya di bagian dapur rumah namun tidak ada apa-apa.
Saat pelaku mencari barang berharga, korban berteriak minta tolong sambil keluar rumah. Mendengar terikan itu, warga sekitar berdatangan menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). Pada saat bersamaan anggota Polres Lubuklinggau Aiptu Bambang S kebetulan melintas di TKP berhasil mengamankan Krisna Devi ketika hendak melarikan diri. Banyaknya massa saat kejadian, membuat petugas kewalahan dan terpaksa memgeluarkan tembakan ke udara untuk menghindari massa yang akan bersikap anarkis terhadap tersangka.
Sementara korban Neni yang terkapar bersimbah darah, langsung dibawa warga ke RS dr Sobirin Musi Rawas untuk mendapatkan pertolongan tim medis.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mukhlis melalui Kasatreskrim, AKP Jonson Nadapdap membenarkan adanya perampokan tersebut “Kami sudah mengamankan tersangka Devi dan barang bukti satu unit laptop merk Accer, I bilah pisau, linggis kecil, kunci roda, tali tambang dan baju korban. Dua orang tersangka lagi dalam pengejaran,” kata Jonson. (10)
Tiga Kali Masuk Penjara
SEMENTARA, Krisna Devi ketika dibincangi mengaku ikut merampok karena disuruh rekannya Rz. “Aku disuruh Rz mencari handphone di dapur. Ketika keluar sudah banyak masyarakat yang mengepung rumah. Dan Rz sudah melarikan diri naik ojek,” ujar Devi.
Lanjut ibu anak satu ini, otak perampokan tersebut adalah Rz. Kerena malam sebelum kejadian mereka berdua sudah merencanakannya terlebih dahulu. “Kami berkumpul di bengkel di Jalan A Yani. Kata Rz, rumah itu setiap Senin selalu sepi, oleh sebab itu kami merencanakan untuk merampoknya,” cerita warga Jalan Kelapa Sawit Kelurahan Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II ini.
Ironisnya, janda berpenampilan ala pria ini (tomboy,red) juga mengaku sudah sering melakukan aksi pencurian. “Pada 1999 saya dihukum 10 bulan karena mencuri motor. Kemudian 2002 dihukum tujuh bulan dalam mencuri Hp lalu pada tahun 2004 juga pernah dihukum 6 bulan dalam kasus pencurian Hp,” ungkapnya.
IRT Pingsan Melihat Kondisi Korban
PERAMPOKAN sadis yang dilakukan tersangka bersama dua rekannya di rumah Mulyanto, mengakibatkan Meti (27) tetangganya harus dilarikan ke IGD RS dr Sobirin Musi Rawas menjalani perawatan tim medis. Warga Kelurahan Ulak Lebar ini pingsan saat melihat korban meminta pertolongan dengan tubuh berlumuran darah.
”Aku tadi dengar Neni minta tolong sambil mengangkat anak dan terlihat banyak darah. Aku kiro dio membawa anakku yang kecelakaan,” ungkap Meti didampingi orang tuanya di rumah sakit.
Wanita hamil itu mengaku tidak ingat lagi ketika Neni bersimbah dan terkapar di depan rumah. “Saya langsung pingsan saat melihat korban dan darah,” ucapnya.
Pantauan koran ini, pasca kejadian suasana di Jalan Depati Said No. 10 RT. 07 Kelurahan Sidorejo II dekat Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lubuklinggau mengalami kemacetan. Menerima laporan kejadian, anggota SPK Polres Lubuklinggau dan beberapa anggota Reskrim dipimpin AKP Jonson Nadapdap bersama KBO Reskrim Ipda Forliamzons langsung mendatangi lokasi melakukan olah TKP. (10)


    ShoutMix chat widget